Loading Now

Sudah Minum Susu tetapi Kebutuhan Kalsium Belum Tercukupi, Apa Sumber Alternatifnya?

Selama ini, susu dikenal sebagai salah satu minuman yang baik untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi karena mengandung kalsium. Tidak sedikit orang yang rutin minum susu setiap hari dengan harapan kebutuhan kalsium tubuh selalu terpenuhi. Namun, tahukah Anda bahwa minum susu saja belum tentu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan kalsium harian?

Kalsium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kekuatan tulang, mendukung fungsi otot, membantu kerja saraf, serta berperan dalam proses pembekuan darah. Jika asupannya tidak mencukupi dalam jangka panjang, kesehatan tulang dapat terganggu dan risiko osteoporosis bisa meningkat.

Kabar baiknya, kalsium tidak hanya ditemukan dalam susu. Ada berbagai bahan makanan lain yang dapat menjadi sumber alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral ini.

Lantas, apa saja makanan tinggi kalsium selain susu? Bagaimana cara mengombinasikannya agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi? Berikut penjelasannya.

1. Mengapa Kebutuhan Kalsium Tidak Boleh Diabaikan?

Sebagian besar kalsium di dalam tubuh tersimpan pada tulang dan gigi. Mineral ini membantu menjaga struktur tulang agar tetap kuat dan mampu menopang aktivitas sehari-hari.

Namun, fungsi kalsium sebenarnya tidak berhenti di situ. Tubuh juga membutuhkan kalsium untuk membantu kontraksi otot, mengirimkan sinyal saraf, dan menjaga irama jantung tetap normal.

Ketika asupan kalsium dari makanan tidak mencukupi, tubuh dapat mengambil sebagian kalsium yang tersimpan dalam tulang untuk mempertahankan kadar kalsium dalam darah.

Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, kepadatan tulang dapat menurun.

Karena itu, sehatnasional menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan kalsium setiap hari merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan tulang sejak usia muda hingga lanjut usia.

2. Ikan Sarden dan Teri Bisa Menjadi Alternatif Susu

Bagi orang yang tidak terlalu menyukai susu, ikan tertentu dapat menjadi pilihan makanan sumber kalsium.

Ikan sarden dan ikan teri yang dikonsumsi bersama tulangnya mengandung kalsium yang cukup baik. Tulang kecil pada ikan tersebut merupakan bagian yang menyediakan banyak mineral.

Selain kalsium, ikan juga mengandung protein yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan tubuh. Beberapa jenis ikan berlemak juga menyediakan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium.

Anda dapat mengolahnya menjadi lauk harian, seperti pepes ikan, ikan teri tumis, atau sarden dengan tambahan sayuran.

Namun, perhatikan kandungan garam pada produk ikan kalengan agar konsumsinya tetap sesuai kebutuhan.

3. Sayuran Hijau Mengandung Kalsium Nabati

Tidak semua orang dapat mengonsumsi produk susu. Ada yang mengalami intoleransi laktosa, memiliki alergi protein susu, atau memilih pola makan berbasis tumbuhan.

Sayuran hijau dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium.

Beberapa pilihan yang bisa dimasukkan ke dalam menu harian adalah:

  • Pakcoy.
  • Kale.
  • Brokoli.
  • Sawi hijau.
  • Daun lobak.

Meskipun mengandung kalsium, jumlah yang dapat diserap tubuh berbeda pada setiap jenis sayuran.

Sebagai contoh, bayam mengandung kalsium, tetapi juga memiliki oksalat yang dapat menghambat penyerapannya. Karena itu, sayuran seperti pakcoy dan kale dapat menjadi pilihan tambahan yang menarik.

4. Tahu dan Tempe Juga Bisa Membantu Memenuhi Kalsium

Tahu dan tempe merupakan makanan yang mudah ditemukan serta relatif terjangkau di Indonesia.

Selain mengandung protein nabati, beberapa jenis tahu juga menyediakan kalsium dalam jumlah cukup tinggi, terutama tahu yang dibuat menggunakan bahan penggumpal berbasis kalsium.

Kandungan kalsium pada tahu dapat berbeda-beda tergantung proses pembuatannya. Oleh karena itu, perhatikan informasi kandungan gizi jika tersedia.

Tempe juga memiliki manfaat sebagai sumber protein nabati dan menyediakan sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh.

Kombinasi tahu, tempe, sayuran, dan sumber makanan bergizi lainnya dapat membantu menciptakan menu harian yang lebih seimbang.

5. Kacang Almond dan Biji Wijen Mengandung Kalsium

Selain lauk dan sayuran, kacang-kacangan serta biji-bijian juga dapat menjadi sumber kalsium tambahan.

Almond dan biji wijen merupakan contoh makanan yang mengandung mineral tersebut.

Keduanya dapat ditambahkan ke dalam berbagai menu, misalnya:

  • Almond sebagai camilan.
  • Biji wijen sebagai taburan sayuran.
  • Campuran kacang dalam oatmeal.
  • Biji wijen pada olahan tahu dan tempe.

Namun, perlu diingat bahwa kacang-kacangan dan biji-bijian juga memiliki kandungan kalori serta lemak yang cukup tinggi. Konsumsilah dalam porsi yang sesuai.

6. Makanan dan Minuman Fortifikasi Bisa Menjadi Pilihan

Saat ini, beberapa produk makanan dan minuman telah diperkaya dengan kalsium melalui proses fortifikasi.

Contohnya adalah susu kedelai fortifikasi, minuman nabati tertentu, sereal sarapan, dan produk olahan lainnya.

Baca juga  Sering Merasa Lapar Padahal Baru Makan? Kenali Penyebabnya dari Sisi Nutrisi

Pilihan ini dapat membantu orang yang tidak mengonsumsi susu sapi untuk mendapatkan tambahan kalsium.

Namun, tidak semua produk nabati mengandung kalsium dalam jumlah yang sama. Pastikan membaca label kemasan sebelum membeli.

Perhatikan juga kandungan gula tambahan agar pilihan makanan tetap mendukung pola hidup sehat.

7. Vitamin D Membantu Penyerapan Kalsium

Mengonsumsi makanan tinggi kalsium saja belum cukup jika tubuh tidak mampu menyerap mineral tersebut secara optimal.

Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu penyerapan kalsium di saluran pencernaan.

Beberapa sumber vitamin D antara lain ikan berlemak, kuning telur, dan makanan yang telah difortifikasi.

Paparan sinar matahari juga membantu tubuh memproduksi vitamin D. Namun, lakukan aktivitas di luar ruangan secara bijak dengan memperhatikan perlindungan kulit.

Selain vitamin D, kesehatan saluran pencernaan dan kondisi tubuh secara keseluruhan juga dapat memengaruhi penyerapan nutrisi.

8. Berapa Kebutuhan Kalsium yang Harus Dipenuhi Setiap Hari?

Kebutuhan kalsium berbeda-beda berdasarkan usia dan kondisi seseorang.

Sebagai gambaran umum:

  • Anak usia 4–8 tahun membutuhkan sekitar 1.000 mg per hari.
  • Remaja usia 9–18 tahun membutuhkan sekitar 1.300 mg per hari.
  • Orang dewasa usia 19–50 tahun membutuhkan sekitar 1.000 mg per hari.
  • Wanita usia 51 tahun ke atas umumnya membutuhkan sekitar 1.200 mg per hari.
  • Pria usia 51–70 tahun membutuhkan sekitar 1.000 mg per hari.

Angka tersebut merupakan acuan umum dan kebutuhan individu dapat berbeda berdasarkan kondisi kesehatan.

Agar asupan kalsium lebih terjaga, kombinasikan beberapa sumber makanan dalam satu pola makan harian. Tidak perlu bergantung pada satu jenis makanan saja.

Cara Sederhana Memenuhi Kalsium Tanpa Harus Selalu Minum Susu

Jika ingin memenuhi kebutuhan kalsium tanpa terlalu bergantung pada susu, cobalah membuat variasi menu harian.

Misalnya, konsumsi tahu atau tempe sebagai lauk, tambahkan sayuran hijau saat makan siang, dan pilih ikan teri atau sarden sebagai menu makan malam.

Anda juga dapat menggunakan susu kedelai fortifikasi atau menambahkan biji wijen pada makanan.

Hal terpenting adalah menjaga variasi makanan dan memperhatikan jumlah kalsium yang benar-benar dikonsumsi.

Jika memiliki riwayat osteoporosis, gangguan penyerapan nutrisi, penyakit ginjal, atau kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan kebutuhan kalsium dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen.

Kesimpulan

Minum susu memang dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium, tetapi bukan satu-satunya cara menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Ikan teri, sarden, sayuran hijau tertentu, tahu, kacang almond, biji wijen, serta makanan fortifikasi dapat menjadi sumber alternatif kalsium.

Dengan mengombinasikan berbagai bahan makanan, kebutuhan nutrisi harian dapat dipenuhi secara lebih bervariasi. Jangan lupa memperhatikan asupan vitamin D karena nutrisi ini membantu proses penyerapan kalsium.

Mulailah membangun pola makan bergizi seimbang sejak sekarang agar kesehatan tulang tetap terjaga hingga usia lanjut.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah kebutuhan kalsium bisa dipenuhi tanpa minum susu?

Bisa. Kalsium dapat diperoleh dari ikan teri, sarden bertulang lunak, tahu yang dibuat menggunakan bahan penggumpal kalsium, sayuran tertentu, almond, biji wijen, dan makanan fortifikasi.

2. Apa makanan yang paling tinggi kalsium selain susu?

Beberapa pilihan yang mengandung kalsium cukup tinggi antara lain ikan teri kering, biji wijen, tahu yang diproses dengan kalsium, dan sarden yang dimakan bersama tulangnya.

3. Apakah tahu dan tempe mengandung kalsium?

Ya. Tahu dapat mengandung kalsium dalam jumlah cukup tinggi, tergantung bahan penggumpal yang digunakan. Tempe juga menyediakan sejumlah kalsium meskipun kandungannya dapat berbeda.

4. Apakah kekurangan kalsium bisa menyebabkan osteoporosis?

Asupan kalsium yang tidak mencukupi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap penurunan kepadatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis. Namun, osteoporosis juga dipengaruhi usia, hormon, faktor genetik, dan gaya hidup.

5. Apakah vitamin D penting untuk penyerapan kalsium?

Ya. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan di saluran pencernaan sehingga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang.

6. Berapa kebutuhan kalsium orang dewasa setiap hari?

Sebagian besar orang dewasa usia 19–50 tahun membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium per hari. Kebutuhan dapat meningkat pada kelompok usia tertentu, terutama wanita berusia di atas 50 tahun.

7. Apakah perlu minum suplemen kalsium setiap hari?

Tidak selalu. Jika kebutuhan kalsium sudah terpenuhi melalui makanan, suplemen mungkin tidak diperlukan. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya, terutama jika memiliki penyakit ginjal atau kondisi medis tertentu.

Post Comment

You May Have Missed