Loading Now

Infeksi TBC Bisa Menyerang di Luar Paru-Paru, Organ Apa Saja yang Dapat Terkena?

Tuberkulosis atau TBC sering identik dengan penyakit paru-paru. Padahal, bakteri penyebab TBC, Mycobacterium tuberculosis, tidak selalu berhenti di organ pernapasan. Dalam kondisi tertentu, bakteri dapat menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik dan menyerang organ lain. Kondisi ini dikenal sebagai TBC ekstra paru.

TBC di luar paru-paru dapat memberikan gejala yang sangat beragam, tergantung organ yang terkena. Inilah yang membuat diagnosisnya terkadang lebih menantang. Seseorang mungkin mengalami benjolan di leher, nyeri punggung, sakit kepala berkepanjangan, atau gangguan pada organ tertentu tanpa langsung menyadari bahwa penyebabnya berkaitan dengan TBC.

Lantas, organ apa saja yang dapat terkena TBC dan gejala apa yang perlu diperhatikan? Berikut penjelasan sehatnasional yang perlu diketahui.

Apa Itu TBC Ekstra Paru?

TBC ekstra paru adalah infeksi tuberkulosis yang menyerang bagian tubuh selain paru-paru. Bakteri TBC dapat menyebar dari lokasi awal melalui aliran darah atau sistem limfatik menuju jaringan lain.

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

TBC ekstra paru juga tidak selalu muncul bersamaan dengan TBC paru. Artinya, seseorang dapat mengalami infeksi pada organ tertentu tanpa memiliki keluhan pernapasan yang dominan.

Karena gejalanya sangat bergantung pada organ yang terkena, pemeriksaan dokter menjadi penting ketika keluhan berlangsung lama dan tidak memiliki penyebab yang jelas.

1. TBC Kelenjar Getah Bening

Salah satu bentuk TBC ekstra paru yang cukup dikenal adalah TBC kelenjar getah bening.

Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar, terutama di area leher. Benjolan biasanya berkembang secara perlahan dan tidak selalu terasa sakit.

Pada beberapa kasus, benjolan dapat menjadi semakin besar dan mengalami perubahan pada kulit di atasnya.

Namun, tidak semua benjolan leher disebabkan oleh TBC. Infeksi lain, peradangan, maupun kondisi kesehatan lainnya juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika benjolan tidak kunjung mengecil, semakin besar, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

2. TBC Tulang dan Sendi

TBC juga dapat menyerang tulang dan persendian. Salah satu bentuk yang dikenal adalah TBC tulang belakang.

Gejalanya dapat berupa nyeri punggung yang berlangsung lama dan semakin mengganggu aktivitas. Pada kondisi tertentu, kerusakan tulang belakang dapat menyebabkan gangguan saraf.

Keluhan seperti kelemahan atau kesemutan pada kaki, kesulitan berjalan, hingga gangguan fungsi tubuh tertentu perlu mendapatkan perhatian serius.

Nyeri punggung memang sangat umum dan sebagian besar bukan disebabkan oleh TBC. Namun, nyeri yang menetap, semakin berat, atau disertai gejala sistemik perlu diperiksa.

3. TBC Selaput Otak

TBC dapat menyerang selaput yang melindungi otak dan menyebabkan meningitis tuberkulosis.

Kondisi ini termasuk serius karena dapat berkembang secara bertahap tetapi berpotensi menyebabkan komplikasi neurologis.

Gejalanya dapat berupa sakit kepala berkepanjangan, demam, muntah, leher kaku, sensitif terhadap cahaya, perubahan kesadaran, atau gangguan neurologis lainnya.

Jika seseorang mengalami sakit kepala berat yang disertai penurunan kesadaran, kejang, leher kaku, atau gangguan saraf, pertolongan medis segera diperlukan.

4. TBC pada Saluran Kemih dan Ginjal

TBC juga dapat menyerang sistem genitourinaria, termasuk ginjal dan saluran kemih.

Keluhannya dapat menyerupai infeksi saluran kemih, seperti sering buang air kecil, nyeri ketika berkemih, atau darah dalam urine.

Masalahnya, gejala tersebut tidak spesifik untuk TBC. Karena itu, dokter dapat melakukan berbagai pemeriksaan apabila keluhan berulang atau tidak membaik sesuai penanganan yang diberikan.

5. TBC pada Selaput Jantung

Dalam kasus tertentu, infeksi TBC dapat menyerang perikardium, yaitu selaput yang membungkus jantung.

TBC perikardium dapat menyebabkan nyeri dada, sesak napas, mudah lelah, atau gejala lain yang berkaitan dengan gangguan fungsi jantung.

Kondisi ini membutuhkan evaluasi medis karena gejalanya dapat menyerupai berbagai penyakit jantung dan paru lainnya.

6. TBC pada Saluran Pencernaan

TBC dapat menyerang bagian tertentu dari saluran pencernaan, meskipun kondisi ini tidak sesering TBC paru.

Gejalanya dapat berupa nyeri perut yang menetap, kehilangan nafsu makan, berat badan menurun, demam, atau perubahan pola buang air besar.

Karena keluhannya sangat umum, TBC pada saluran pencernaan dapat sulit dikenali tanpa pemeriksaan yang tepat.

7. TBC pada Kulit

TBC kulit merupakan bentuk TBC ekstra paru yang relatif jarang. Infeksi dapat menimbulkan perubahan pada kulit dengan bentuk yang berbeda-beda.

Baca juga  Makanan Kaya Mangan yang Jarang Masuk Menu Harian, Padahal Penting untuk Metabolisme Tubuh

Luka atau benjolan kulit yang menetap dan tidak membaik sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai TBC. Dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Gejala Umum yang Perlu Diwaspadai

Walaupun gejala TBC ekstra paru berbeda berdasarkan organ yang terkena, beberapa keluhan umum dapat menyertai infeksi, seperti:

  • Demam yang berlangsung lama.
  • Keringat malam.
  • Nafsu makan menurun.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Tubuh mudah lelah.
  • Keluhan pada organ tertentu yang berlangsung terus-menerus.

Namun, tidak semua penderita akan mengalami seluruh gejala tersebut.

Mengapa TBC Ekstra Paru Sulit Dikenali?

Tantangan utamanya adalah gejala TBC ekstra paru sering menyerupai penyakit lain.

Benjolan leher misalnya, dapat disebabkan banyak kondisi. Begitu juga nyeri punggung, sakit perut, sakit kepala, atau gangguan buang air kecil.

Karena itu, diagnosis tidak cukup hanya berdasarkan gejala. Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan darah, pencitraan, pemeriksaan jaringan atau cairan tubuh, serta tes lain sesuai organ yang dicurigai terkena.

Pada beberapa kasus, diperlukan pengambilan sampel jaringan atau cairan untuk membantu memastikan diagnosis.

Apakah TBC Ekstra Paru Bisa Disembuhkan?

TBC dapat ditangani menggunakan obat antituberkulosis (OAT) sesuai jenis dan lokasi infeksi serta kondisi pasien.

Pengobatan biasanya membutuhkan waktu cukup panjang dan harus diminum sesuai jadwal yang diberikan tenaga kesehatan. Menghentikan obat secara sembarangan meskipun gejala sudah membaik dapat meningkatkan risiko pengobatan tidak berhasil dan munculnya resistensi obat.

Durasi serta kombinasi obat tidak boleh ditentukan sendiri karena setiap pasien dapat memiliki kebutuhan berbeda.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan jika terdapat keluhan yang menetap tanpa penyebab jelas, terutama jika disertai penurunan berat badan, demam berkepanjangan, keringat malam, atau riwayat kontak dengan penderita TBC.

Benjolan yang terus membesar, nyeri tulang atau punggung yang tidak membaik, gangguan saraf, darah dalam urine, atau keluhan organ lain yang berlangsung lama juga sebaiknya dievaluasi.

Semakin cepat penyebab ditemukan, semakin cepat pula penanganan yang sesuai dapat dilakukan.

FAQ Seputar TBC di Luar Paru-Paru

1. Apakah TBC hanya menyerang paru-paru?

Tidak. TBC dapat menyerang organ lain, seperti kelenjar getah bening, tulang, selaput otak, ginjal, saluran pencernaan, dan selaput jantung.

2. Apakah TBC ekstra paru menular?

Risiko penularan bergantung pada lokasi infeksi. TBC paru atau saluran pernapasan tertentu merupakan bentuk yang paling berkaitan dengan penularan melalui udara. TBC yang hanya berada di luar paru umumnya tidak menular dengan cara yang sama, tetapi penilaian dokter tetap diperlukan.

3. Apakah benjolan di leher pasti TBC?

Tidak. Benjolan leher memiliki banyak kemungkinan penyebab. TBC kelenjar merupakan salah satu kemungkinan, tetapi diagnosis membutuhkan pemeriksaan.

4. Apakah TBC tulang bisa menyebabkan nyeri punggung?

Bisa. TBC yang menyerang tulang belakang dapat menyebabkan nyeri punggung berkepanjangan. Namun, sebagian besar nyeri punggung bukan disebabkan oleh TBC.

5. Apakah TBC ekstra paru bisa sembuh?

TBC dapat diobati dengan regimen obat antituberkulosis yang sesuai. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh diagnosis yang tepat dan kepatuhan menjalani terapi sesuai petunjuk dokter.

6. Apakah TBC ekstra paru selalu disertai batuk?

Tidak. Jika infeksi hanya mengenai organ di luar paru, gejala batuk belum tentu muncul. Keluhan lebih bergantung pada organ yang terkena.

7. Kapan seseorang perlu dicurigai mengalami TBC ekstra paru?

Kecurigaan dapat muncul ketika seseorang mengalami keluhan menetap pada organ tertentu disertai gejala seperti demam berkepanjangan, keringat malam, berat badan turun, atau memiliki faktor risiko TBC. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Kesimpulan

TBC tidak selalu menyerang paru-paru. Bakteri penyebab tuberkulosis dapat menyebar dan menginfeksi berbagai organ, termasuk kelenjar getah bening, tulang belakang, selaput otak, ginjal, saluran pencernaan, hingga selaput jantung.

Karena gejalanya sangat bergantung pada organ yang terkena, TBC ekstra paru terkadang sulit dikenali. Benjolan yang tidak kunjung hilang, nyeri punggung berkepanjangan, sakit kepala yang tidak biasa, gangguan urine, atau keluhan lain yang menetap sebaiknya tidak diabaikan.

Terlebih jika keluhan disertai demam berkepanjangan, keringat malam, penurunan berat badan, atau riwayat kontak dengan penderita TBC. Pemeriksaan medis merupakan langkah penting untuk menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.

Post Comment